Contoh Teks Cerita Sejarah


Nama                    : Fatih Alfaluza
Kelas                    : XII IPA-4
Nama Orang Tua  : Weno Adril
Alamat                  : Jalan Klambir V Komp. Graha Indah Kelapa Gading Blok I No. 15

1. Tuliskan contoh teks cerita sejarah!


Kolam Sampuraga

Dahulu kala, di daerah Padang Bolak, hidup seorang janda dan anaknya yang bernama Sampuraga. Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil di dalam hutan. Meskipun hidup dalam kemiskinan, mereka tetap saling melengkapi satu sama lain sebagai keluarga. Mereka bekerja di ladang setiap hari untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Suatu hari, Sampuraga sedang beristirahat dengan bosnya, bersandar di bawah pohon setelah bekerja sepanjang hari. Sambil menikmati makan siang, bosnya bertanya, "Sampuraga, kamu masih muda. Mengapa kamu tidak pindah ke tanah yang lebih makmur dan cari pekerjaan yang lebih baik?" "Sebenarnya, saya sudah bermimpi untuk berkelana mencari pekerjaan yang lebih baik. Saya ingin membuat ibu saya bahagia, tapi ke mana saya harus pergi, Bos?" kata Sampuraga. "Mending sebaiknya kamu pergi ke Mandailing. Teman saya juga tinggal di sana. Mereka juga mencari uang dengan mencari emas karena kandungannya tinggi," kata bosnya. "Saya pikir itu bagus. Saya akan pergi ke sana untuk mewujudkan impian saya dan membuat ibu saya bangga," kata Sampuraga. "Kamu adalah orang yang sangat baik, Sampuraga. Impianmu sangat bijaksana," kata bosnya, memberi pujian kepada Sampuraga.

Setelah selesai bekerja di ladang bosnya, Sampuraga memberitahu ibunya tentang ambisinya. "Ibu! Ibu! Ibu! Aku punya impian yang ingin saya wujudkan. Aku ingin berkelana mencari pekerjaan yang lebih baik. Kali ini, aku ingin mengubah nasib kita," kata Sampuraga kepada ibunya. "Kemana kamu akan pergi, Sampuraga?" tanya ibunya. "Aku ingin pergi ke Mandailing, ibu. Bos bilang kepadaku bahwa orang-orangnya hidup makmur di sana," Sampuraga menjelaskan kepada ibunya. "Pergilah, nakku! Meskipun ibu ragu kita akan bertemu lagi karena usia ibu yang sudah tua. Tapi ibumu tidak punya alasan untuk menahan impianmu. Maafkan ibu, ibu tidak pernah membuatmu bahagia," kata ibu Sampuraga dengan perasaan emosional. "Ibu, aku berjanji. Aku akan segera kembali jika saya berhasil. Doakan aku, Ibu!" Sampuraga meminta restu ibunya.

Keesokan harinya, Sampuraga mengucapkan selamat tinggal kepada ibunya dan meninggalkan gubuknya. Hari demi hari dia berjalan melalui hutan dan melewati desa-desa, hingga suatu hari dia tiba di Kerajaan Pidoli di Mandailing. Dia sangat terkesan melihat tanah tersebut. Dari lingkungan yang ramah dengan rumah-rumah yang cantik, hingga istana mewah yang terbuat dari bata yang berdiri di tengah kota. Di kota itu, Sampuraga mencoba melamar pekerjaan dan direkrut oleh seorang pengusaha kaya. Dia bekerja sangat keras sepanjang hari dan malam karena ketekunannya. Sampuraga juga diberi modal untuk memulai bisnisnya sendiri dan menjadi seorang pengusaha muda yang sukses.

Majikan Sampuraga sangat bahagia melihat kesuksesannya. Dia ingin menikahkannya dengan putrinya yang cantik di Kerajaan Pidoli. "Sampuraga, kamu adalah orang yang baik dan rajin. Maukah kamu menikahi putriku?" tanya sang majikan. "Dengan senang hati, tuanku! Saya siap untuk menikahi putri cantik Anda," jawab Sampuraga.

Pernikahan mereka pun diadakan semewah-mewahnya dan sesuai dengan adat Mandailing. Kabar tentang pernikahannya itu menyebar ke daerah terpencil. Semua orang tahu tentang berita itu, termasuk ibu Sampuraga. Wanita tua itu hampir tidak bisa percaya bahwa putranya menikahi seorang bangsawan. Untuk memastikan berita yang dia dengar, dia pergi ke Mandailing dengan berjalan kaki untuk melihat pernikahan Sampuraga. Ketika dia tiba, dia terkejut melihat seorang pemuda duduk di samping seorang wanita bangsawan. Itu adalah putranya, Sampuraga. "Raga, Sampuraga, anakku. Aku ibumu!" Sampuraga terkejut melihat ibunya. Wajahnya tiba-tiba menjadi merah. Dia sangat malu di hadapan para tamu karena seorang wanita tua berlagak seakan-akan dia berpura-pura menjadi ibunya. "Hei, wanita jelek! Beraninya kau berpura-pura menjadi ibuku. Aku tidak punya ibu seperti kau! Pergi dari sini. Jangan mengganggu pestaku!" Sampuraga berteriak. "Sampuraga, anakku! Aku adalah ibumu yang melahirkan dan membesarkanmu! Bagaimana bisa kamu melupakan ibumu sendiri!" wanita tua itu menangis. "Tidak! Kau bukan ibuku! Ibuku sudah lama meninggal! Pengawal! Pengawal! Bawa perempuan tua ini pergi!" Sampuraga memerintahkan. Wanita malang itu ditarik keluar dari pesta oleh dua pengawal. Lalu, wanita tua itu berdoa sambil menangis, "Ya Tuhan! Jika pemuda itu benar-benar Sampuraga, berilah dia hukuman karena meninggalkan saya!"

Tiba-tiba, langit menjadi gelap dan hujan turun dengan petir. Dalam waktu singkat, pesta pernikahannya mulai tenggelam. Para tamu berlari menyelamatkan diri, dan Sampuraga bahkan tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri dan istrinya. Setelah beberapa hari, tempat itu berubah menjadi kolam air panas. Orang-orang mulai menyebutnya "Kolam Sampuraga."

 

2. Tuliskan teks sejarah yang berhubungan dengan teks cerita sejarah

Sampuraga adalah sebuah cerita rakyat dengan beberapa versi, versi pertama berasal dari kisah nama tokoh cerita dari suku Dayak Tomun yang berasal daerah Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia, di Lamandau Legenda Bukit Sampuraga bercerita tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi bukit batu. Sebuah bukit yang mirip reruntuhan kapal yang telah membatu di desa Karang Besi, Kabupaten Lamandau, tepatnya 2 kilometer dari tepian sungai Belantikan, dinamai menurut legenda ini. Bukit Sampuraga, demikian nama objek wisata Pemerintah Kabupaten Lamandau tersebut, diyakini memiliki bagian dek dan layar kapal Sampuraga. 

Cerita rakyat yang mirip dengan kisah Malin Kundang dari Padang tersebut mempunyai versi kedua yang jauh lebih terkenal di Indonesia, yaitu legenda Kolam Sampuraga dari daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Begitu juga dengan Legenda Batu Bangkai dari Kalimantan Selatan.

3. Tuliskan struktur teks cerita sejarah!

- Orientasi: bergaris warna hitam

- Urutan Peristiwa: bergaris warna putih

- Reorientasi: (tanggapan penulis mengenai teks cerita sejarah) tidak tercantum


4. Tuliskan kaidah kebahasaan teks cerita sejarah!

- Kata ganti orang ketiga : Warna merah

- Keterangan waktu : Warna jingga

- Keterangan tempat : Warna kuning

- Konjungsi temporal : Warna hijau

- Konjungsi kausalitas : Warna biru muda

- Nomina : Warna biru tua

- Verba : Warna ungu

Komentar

  1. Balasan
    1. Cerita yg bagus dan penuh makna kebaikan ya 👍

      Hapus
  2. Baru tahu saya mengenai cerita ini

    BalasHapus
  3. Ceritanya bagus Patih👍

    BalasHapus
  4. Pandai Abang buat blog ya

    BalasHapus
  5. Keren fatih ceritanya. Pandai juga ya bikin kayak gini👍

    BalasHapus
  6. Boleh juga tih bikin blognya

    BalasHapus
  7. Gak nyangka pandai buat blog ya tih

    BalasHapus
  8. Gregorius Simamora30 Oktober 2023 pukul 17.28

    Keren bang ceritanya

    BalasHapus
  9. Olivia Simanjuntak30 Oktober 2023 pukul 17.28

    Mantap dek

    BalasHapus
  10. Teruskan tugasnya tih

    BalasHapus
  11. Ceritanya bagus tih👍

    BalasHapus
  12. Cerita kemarin-kemarin ya tih😂

    BalasHapus
  13. Wah... Udah pandai Fatih buat blog sekarang ya👍

    BalasHapus
  14. Erik Affandi Sinaga30 Oktober 2023 pukul 17.47

    Keren juga kamu dek

    BalasHapus
  15. Great job mamen👍👍

    BalasHapus
  16. Jago bener bikin blog-nya

    BalasHapus
  17. Patricia Simanjuntak30 Oktober 2023 pukul 17.55

    Mantap dek

    BalasHapus
  18. Top markotop tih.... Pande ya buat blog👍

    BalasHapus
  19. Wah keren tih

    BalasHapus
  20. Mantap tih ceritanya 👍

    BalasHapus
  21. Wah Fatih udah pinter ya bikin blog

    BalasHapus
  22. keren kali fatih bisa bikin blog

    BalasHapus
  23. Keren kali sudah pandai buat blog ya

    BalasHapus
  24. Ceritanya bagus tih👍

    BalasHapus
  25. Keren banget teksnya

    BalasHapus
  26. Kritikus misterius31 Oktober 2023 pukul 17.14

    ini baru bagus, bagian strukturnya di bawahin teksnya aja

    BalasHapus
  27. Bang kok strukturnya cuman 1

    BalasHapus
  28. Ih Fatih bikin cerita Sampuraga... Itu2 aja

    BalasHapus
  29. masyallah Pati ponakan om keren sekarang ya

    BalasHapus
  30. aku baru tau kolom sampuraga

    BalasHapus
  31. Ga sopan ya sifatnya

    BalasHapus
  32. Keren blognya tuh👍

    BalasHapus
  33. Alamat mu nanti ku inget. hati hati ya 😁

    BalasHapus
  34. Kerenn banggggettttt

    BalasHapus
  35. Bagus ceritanya bang👍

    BalasHapus
  36. Kritikus misterius31 Oktober 2023 pukul 17.26

    strukturnya kok cuman 1 ya baru sadar saya

    BalasHapus
  37. Luar biasa.. mantap fatih👍👍🥰🥰

    BalasHapus
  38. Bagus,yg versi English nya dong

    BalasHapus
  39. Alurnya rapi, menarik dan tidak membuat pembaca kebingungan., 👍👍

    BalasHapus
  40. Cerita yang apik, pengolahan tata bahasa kalimat demi kalimat sangat bagus
    Good Job Fatih

    BalasHapus
  41. Sukses buat bang fatih.. Segala bidang pintar abg 👍

    BalasHapus
  42. Its great story Fatih...good job my son😘🫰

    BalasHapus
  43. Keren abang fatih 👍

    BalasHapus
  44. Good job bang Fatih ...from mami Hanna F 🫰

    BalasHapus
  45. Its great story bang Fatih....good job nak 🫰😘

    BalasHapus
  46. Luar biasa fatih.. mantap👍👍🥰🥰

    BalasHapus
  47. Keren...makin jago n pinter abang fatih 👍😍

    BalasHapus
  48. Mantap ....kereenn...luar biasa ananda Fatih

    BalasHapus
  49. Bagus . tulisannya mudah dipahami.sukses ya Fatih👍

    BalasHapus
  50. Mantapb...luar biasa ananda Fatih..

    BalasHapus
  51. Mantapppp....👍👍👍

    BalasHapus
  52. Ok banget ceritanya..sebagai pengingat biar gak lupa sama cerita dari daerah sendiri.. 👍

    BalasHapus
  53. Bagus sekali ceritanya fatih 👍

    BalasHapus
  54. Bagus ceritanya ..cerita rakyat ...very nice story...

    BalasHapus
  55. Balasan
    1. Prof. Trisna Khurram31 Oktober 2023 pukul 22.26

      Berkelas dah Fatih. May your dream come true bro

      Hapus
  56. Good job bang fatih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat Lamaran Pekerjaan